 |
|
Tuesday, March 01, 2005
Salam Kos-er
Situs ini sengaja dibuat untuk ajang kreatifitas dan curhat ( curahan hati ) anak kos se- Indonesia dimanapun berada dan dalam kondisi yang bagaimanapun.
Sekiranya, anda sekalian bermasalah dan ingin menuangkan atau sharing dengan anak kos lainnya di manapun berada, jangan sungkan-sungkan kontak "tuan rumah", sekiranya dapat kami bantu akan kami bantu, namun jika seandainya kami tidak dapat bantu, ya ala kadarnya kami berikan motivasi untuk anda.
Situs ini milik kita bersama dan kita rawat bersama. Jadi mari yuk..ya ...yuk..kita ramaikan dunia anak kos.
Dariku,
Tuan rumah
==============
Posted at 01:02 am by AFTA
Read Comment!
Thursday, March 10, 2005
Gustri Handoko (23), Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (Stipar) Bandung asal Pekan Baru, Riau.
WAH aku udah kenyang yang namanya kos. Dari satu tempat ke tempat kos lain, mulai dari daerah Ciheulang sampai Purnawarman. Kenapa aku pindah-pindah? Bukan apa-apa, pasti soal harga. Hampir setiap tahun pemilik kos menaikkan harga sewanya. Mulai-mula sih tahan, lama-kelamaan kalau makin mahal ya mending pindah aja. Terakhir ketika di Purnawarman, hampir setiap tahun naik 250 ribu.
Aku diperkenankan dengan kos-kosan oleh kakak yang udah duluan datang ke Bandung. Hampir semua keluargaku kuliahnya di Bandung. Buatku sih, mau ada ibu kos atau tidak, ya nggak masalah. Sama saja. Kalau ada ibu kos enaknya ada yang ikut merhatiin. Semua terpantau. Aku tak keberatan kegiatanku terpantau, toh aku tidak melakukan yang aneh-aneh.
Tapi kalau tidak ada ibu kos juga tak apa-apa. Asal kita bisa mengurus diri sendiri. Soal kebebasan, ya namanya anak muda pasti ingin bebas. Tetapi menurutku tetap harus ada aturannya.
Setiap mencari kos baru, aku selalu mengutamakan soal kebersihan. Kalau tempatnya bersih aku oke. Kalau soal makan sih gampang, di kantin aja. Walaupun di tempat-tempat kos ada kompor, tapi rata-rata aku dan teman-teman yang lain lebih suka makan di luar. Soal jarak ke kampus, nggak terlalu kupermasalahkan.
Namun baru pada bulan Juni ini, aku mengakhiri kisahku sebagai anak kos. Ortuku membelikan aku dan kakakku rumah di Kompleks Taman Cibaduyut Indah. Nggak besar sih, cuma rumah tipe 21, seharga Rp 90 juta.
Pertimbangannya, keluarga kami kalau kuliah rata-rata larinya ke Bandung. Jadi kalau ada yang ke Bandung sudah ada tempat. Di lihat dari jarak, memang jauh ke kampus, tetapi aku enjoy banget. Ya, seenak-enaknya anak kos tetap enak di rumah sendiri. (Uci).
==============================================================
Sumber : Pikiran Rakyat edisi 20 Juni 2004
Posted at 11:33 pm by AFTA
Read Comment!
Friday, March 11, 2005
Kos-kosan Jadi Ajang Seks Bebas
Jangan pernah 100% percaya sama anak-anak kita yang kos. Buktinya di kota pelajar di Yogyakarta, pola hidup seks bebas makin berkembang dengan serius. Soalnya pengawasannya kan longgar banget. Sementara pengaruh kehidupan seks bebas ke mereka itu kencang banget.Ini bukan cuma isapan jempol loh! Memed tahu informasi ini dari hasil survei yang dilakukan Pusat Studi Wanita Universitas Islam Indonesia (PSM-UII) Yogyakarta. Mereka melakukan survei ke tempat-tempat kos dan pondokan.
Hasil survei menunjukkan, jumlah pelajar di Yogyakarta sebesar 121 ribu atau sekitar 25% dari penduduk kota yang jumlahnya 490 ribu orang, mendorong makin suburnya bisnis rumah kos di kota ini.
Sementara tingkat pengawasan dari pemilik kos maupun pihak orang tua makin longgar sehingga makin banyak remaja yang terjebak ke dalam pola hidup seks bebas karena berbagai pengaruh yang mereka terima baik dari teman, dan pengaruh lingkungan secara umum.
"Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tak tergoda pola hidup seks bebas kalau terus menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol tentu satu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tak begitu kuat," kata Kepala PSW UII Dra. Trias Setiawati, M.Si.
Makanya, Trias desak Walikota Yogyakarta segera memperhatikan ancaman
degradasi moral di kalangan remaja tersebut dengan mengeluarkan ketentuan wajib adanya kontrol yang ketat bagi para pemilik rumah kos, serta menindak tegas warung-warung persewaan VCD dan Internet yang memeberi tempat gambar cabul bagi kaum remaja.
"Masalah ini akan lebih efektif bila diatasi dengan adanya kesadaran dari para pemilik kos sendiri untuk melakukan pengawasan intensif kepada anak-anak kosnya secara proporsional. Yang paling efektif tentu saja kalau ada kesadaran dari orang tua masing-masing siswa untuk memilihkan tempat kos yang layak dan aman serta membekali putera-puteri mereka dengan benteng ajaran agama yang kokoh," ujarnya kepada Antara. (Satumed)
=====================================================================
sumber : konseling.cjb.net
Posted at 12:52 am by AFTA
Read Comment!
Tuesday, March 22, 2005
KEKUATAN SEBUAH DOA
Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah
supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan
ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa
suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki
tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Pemilik supermarket,
mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya,
si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya
uang."
Si Pemilik Toko tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda
tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,"
alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari
awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan
berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak.
Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu
membawa daftar belanja?"
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan
memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan
tersebut."
Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu menundukkan
kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu
dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.
Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak
cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu
tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi
mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh
pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut
pada sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus
mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus
menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-
apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan
kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di
atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
"Ya Tuhan, Hanya Engkau yang tahu apa yang hamba perlukan. Hamba
menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."
Si Pemilik Toko terdiam.
Si Ibu berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan
belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan
selembar uang kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan
menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ternyata memang hanya TUHAN yang tahu bobot sebuah doa.
KEKUATAN SEBUAH DOA
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu saja. Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa.
Lalu, kirimkan cerita ini kepada setiap orang atau sahabat yang Anda kenal.
Biarlah Tali silatuhrahmi ini tidak terputus, karena :
"DOA ADALAH HADIAHTERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna."
Posted at 08:13 am by AFTA
Read Comment!
Thursday, March 31, 2005
aku adalah anak kos... ( jayus!! hihi.. ) dah lebih dari 7 thn di bandung, dah bosen juga sih... tiap taun pindah kos, selain ga betah, prnh juga sih 'diusir' dg halus... gara2 ketaun ma ibu kos ngumpetin *mantan*cowokku dulu ( pa kbrnya yah ARya skrg?? ) hihihi... sejak itu jadi trauma ngekos yg 'nyatu' ma yg punya, creweett sihh..!!
Tp skrg aku ngekos ada ibu kosnya, asyik2 ajah tuh.. apalagi kosannya campur co - ce, bebas2 ajah.. Tapi crewet nya sih sama, but it's oke.. anggap aja ky nyokap sndiri yg lagi ngomel, hehehe...
ngekos ber 2 ma temen juga penah ( cewek yah..!! ) asyik2 ajah.. kompak2 ajah... Tapi yg blom pernah nih, dpt cowok dari kosan, susah bener yah..dah pada tau 'kartu' kali yah, hehehe.....
Posted at 01:07 am by marlin
Read Comment!
Modus Operandi Pencurian Baru
Ada cerita lucu pada hari Senin, 29 Maret 2005 di kosku.
Oh ya, sebelumnya kuceritakan tentang kos baruku. Kos baruku ini terletak di Pelem Kecut, Yogyakarta. Kos-kosanku ini ada 9 kamar. Tiap kamar berhadapan. Satu kamar di depan, dekat ruang tamu dan pintu masuk kos. Letak kosku ini tepat di pinggir jalan Gejayan. Penghuni kosku, orangnya akrab-akrab dan sungguh menyenangkan, bak kata orang : " Tampang boleh preman, tapi hati tetap lembut." Penghuni kosku kebanyakan berasal dari luar kota Yogyakarta, ada yang sumatra, cilacap,semarang dan aku sendiri dari Manado. Setiap hari anak kos di tempatku, ternyata doyan main PS alias play station. Itu lho....PS 2, Winning Eleventh kalo gak salah.....( keliatann betul,atuh... :) )
Yang mau kuceritakan disini, tepat pada hari minggu di kos kami hadir sosok baru, yang sepertinya anak kos baru juga.....hehehhehe...lebih baru dari aku nih ceritanya.... Penampilan orangnya tampak innonsent banget dengan potongan rambuk cepak....(bak tentara.....)
Karna baru dan aku sibuk dengan kegiatanku, aku belum sempat kenalan dengan penghuni baru tersebut. Malam senin, Mr.X (sapaanku untuk penghuni baru ) tersebut nonton film bareng ama kami.
Kemudian setelah nonton film bareng di kos, kegiatan malam pun berlalu seperti biasa ...alias tidur bo.....!!!
Pada hari senin, kegiatan juga berlalu seperti biasa. Aku bangun pada pukul 08.00 WIB sedangkan teman-teman sekos ada yang sudah bangun pada pkl.6.00, sebagian olahraga,lainnya mandi dan nonton TV. Menjelang siang hari, sebagian anak kos melakukan aktifitas di luar kos, kecuali "F" yang melakukan aktifitas tidur siang, aku yang merapihkan kamar kos buat Mr.K dan si Mr.X yang sibuk ngutak-ngatik remote TV.
Oh ya.....masih ada satu lagi penghuni kos yang berada di kos saat itu, yaitu si Mr.B, karena capeknya sore harinya aku tidur sampe menjelang maghrib, kemudian aku ketemu ama teman specialku yang ngajakin jalan pada jam 6.30. Waktu di perjalanan, ternyata hujan lebat, sehingga aku bersama teman specialku mampir ke warung makan sebentar untuk makan ikan bakar di jl.kaliurang ( tempatnya enak lho..hehehhehe..jadi promo nih....)
Kejadian yang menegangkan saat aku pulang dari acara makan bersama teman special. Pas kubuka pintu kos, tampak penghuni kos pada ngumpul di ruang tamu. Setelah kutanya, ternyata Mr.B bersaudara kehilangan HP kesayangannya....Hick..hick..hick..berita duka deh.....:(
Pasti kawan-kawan, dah bisa tebak siapa pelaku pencurian HP ? Kalo belum, saya jelaskan........
Ternyata ........ternyata....ternyata....pelakunya adalah si Mr.X ( alias penghuni baru kos baruku )....bayangpun coba...bak disambar petik di malam hari.......
Selidik punya selidik, tidak seorangpun yang tau alamat dan identitas jelas si Mr.X, parahnya lagi ternyata si Mr.X hanya bayar uang muka sebesar Rp.100.000,- kepada ibu kosku tanpa meninggalkan foto copy identitas.
Ya apa boleh buat..taek kambing bulat2 dimakan jadi obat disimpan jadi jimat, penghuni kos kehilangan jejak untuk mencari si mr.X. Sampai saat ini mr.X tidak kembali ke kos lagi alias KABURRRRRRRRRRR..............................!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Inti cerita :
---------------
Modus operandi pencurian di kos-kosan, yaitu berpura-pura jadi anak kos baru dengan membayar uang muka sebesar 100,000 , tanpa meninggalkan identitas, hanya bermodalkan wajah INNONCENT dan dengan hanya membawa pakaian di ransel kecil dan SEGERA melancarkan AKSI, jika ada KESEMPATAN dalam KESEMPITAN.......
Jadi buat para teman-teman kos dimanapun berada, yang merasa kos-kosannya cukup bebas, jangan senang dulu, karena KEBEBASAN adalah PELUANG dalam KESEMPITAN.......
Posted at 03:07 am by AFTA
Read Comment!
Saturday, April 02, 2005
kaka stiv... itu temen specialnya sapa siihh??!!! hikss.... katanya tuman temen jalan, ko jadi temen special???!!! piye toh dab??!!!
Posted at 02:56 am by marlin
Read Comment!
Friday, May 27, 2005
Menyambut HUT Ke-247 Kota Yogyakarta
Kaki Lima dan Kos Akan Ditentukan Aparat Pemerintah
Yogyakarta, Kompas - Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menyatakan keprihatinannya terhadap dua masalah di kota ini, yaitu keruwetan pedagang kaki lima dan pengaturan kos (pemondokan). Kedua masalah besar ini-dari sekian banyak masalah yang ada-penanganannya sudah dalam fase penggalian masukan untuk dirumuskan dalam peraturan daerah.
"Yang sangat menggembirakan bagi saya ialah keikutsertaan masyarakat dalam penanganan kedua masalah ini. Untuk masalah indekos, yaitu bagaimana pengaturan tata tertib penghuni pondokan atau bagaimana kewajiban induk semang, akan dirumuskan masyarakat sendiri dalam dialog untuk mencari masukan pengaturannya. Hal serupa juga dilakukan dalam pengaturan pedagang kaki lima. Jadi, nantinya penetapan lokasi untuk kaki lima juga harus sepengetahuan kelurahan atau kecamatan," kata Herry Zudianto dalam perbincangan dengan Kompas, Minggu (5/10) malam di rumah dinasnya.
Herry, yang didampingi istrinya Nyonya Diah Suminar, memberikan penjelasan berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-247 Kota Yogyakarta yang puncak acaranya jatuh pada hari Selasa ini.
Herry mengakui, masalah kritis lain Kota Yogyakarta ialah kian meluasnya penyebaran dan ekses narkotika dan obat- obat terlarang (narkoba) yang membahayakan masa depan bangsa. Namun, khusus masalah ini dia belum bersedia sepenuhnya memberikan penjelasan karena sejumlah kendala lintas instansi.
Kaki lima dan kos
Perda tentang pedagang kaki lima intinya justru pengakuan bahwa sektor nonformal itu tak bisa dihilangkan dan menjadi bagian dari perekonomian masyarakat. Pedagang kaki lima justru menjadi bagian yang diagendakan dalam kegiatan ekonomi Kota Yogyakarta.
Pengaturan lokasi pedagang kaki lima juga diatur dalam perda itu, dengan melibatkan peran masyarakat di tingkat kelurahan atau kecamatan. "Soalnya, harus ada izin dari masyarakat setempat. Ini yang alot sekali pembahasannya dengan pedagang kaki lima. Ini harus diatur karena sering masyarakat pemilik lahan dan rumah harus minta izin kiri-kanan untuk membuka usaha. Tetapi, pedagang kali lima enak saja mendirikan bangunan dan usahanya di halaman atau di depan rumah orang. Ini tidak adil. Ini diktator minoritas," katanya.
Hal serupa juga akan dilaksanakan dalam pengaturan dan pengelolaan usaha pemondokan oleh pemerintah dan pengelolaannya oleh masyarakat. Herry melihat, pengaturan dan pengelolaan masalah kos yang tidak baik akan memicu penyebarluasan narkoba dan pergaulan bebas.
"Perda tentang indekos sedang kami godok dan akan memuat hal-hal yang kritis dan bagaimana mereduksi efek-efek negatif indekos. Kami juga mempunyai program sapaan anak-anak kos, bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta," katanya.
Dari survei dan pemantauan yang dilakukan Pemkot Yogyakarta maupun ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), muncul masukan bahwa sebagian besar anak kos sebenarnya juga mengalami keterasingan. Karena itu, mereka membutuhkan sosialisasi dan berpartisipasi di lingkungannya. (BSW/HRD)
Posted at 12:52 am by AFTA
Read Comment!
|
|
|
 |
 |
|  |
 |
Salam Kos-er, apa kabar dunia ? Semoga baik-baik aja, ceriah selalu. Walau mendung tanda kantong kosong Perut lapar Kulit terbakar sengat mentari tetap saja.... nasib ANAK KOS by. Tuan Rumah
--------------------
to spill the beans
|
 |
 |
|  |
 |
|  |
 |
# Penghuni Kamar > Stevi > Vetera > Aan > Marlin > Mantra > Nih > Christ > Anton > Patra > Joko > Ellensa
# Ruang Nge-Chat > Friendster.com ID : bangsakoe@yahoo.com
> Yahoo Messenger ID : wargakost@yahoo.com
> mIRC server DALNET #gubugcinta
# Ruang Nge-Mil daftar ke : wargakost-subscribes@yahoogroups.com # Ruang Nge-Net
ä DOMISILI YOGYAKARTA
> Kos Colombo 004 > Kos Pelem Kecut > Kos Seturan > Kos Klitren > Kos Sagan > Kos Blimbing Sari > Kos Kaliurang
ä DOMISILI BANDUNG
> Kos Cikutra
ä DOMISILI JAKARTA
> Kos Menteng
> Kos Salemba
> Kos Pasar Senen
> Kos Stasiun Gambir
# Ruang Jelajah
> mlaku Jogyakarta
> puter Ibukota
> ngabuburit Bandung
> bapasiar Manado
> mudik Palembang
|
 |
 |
|  |
|
|
 |